
GEREJA KRISTEN JAWA BREBES
Selayang Pandang GKJ Brebes
GKJ Brebes sebagai buah karya Allah yang berakar, bertumbuh dan berkembang untuk menghasilkan buah di Kabupaten Brebes sebelumnya adalah dua pepanthan GKJ Tegal (Wilayah Brebes dan Wilayah Tanjung) dan satu pepanthan GKJ Slawi (Wilayah Jatibarang).
Keberadaan secara geografis berada di wilayah Kabupaten Brebes mendorong GKJ Tegal dan GKJ Slawi untuk menjadikan tiga pepanthan ini menjadi satu gereja dewasa yang disebut GKJ Brebes.
Proses persidangan demi persidangan GKJ Klasis Tegal XIX tahun 1988 dan berlanjut pada Sidang XXI tahun 1990 menetapkan keputusan yang mantap agar segera didewasakan GKJ Brebes, tepatnya pada Selasa Kliwon, 22 Mei 1990.
Sebagai gereja yang mandiri sejak 22 Mei 1990, dengan kepengurusan Majelis Gereja yang baru, rencana demi rencana dipersiapkan untuk semakin memantapkan langkah.Majelis selaku pengelola gereja yang mandiri rasanya belum lengkap apabila belum memiliki pendeta. Sejak 1990-1993, proses pemanggilan beberapa bakal calon dan bahkan calon pendeta terjadi, sampai keputusan pemilihan dan penetapan dalam Sidang XXIV Klasis Tegal tahun 1994 terpilihlah Pdt. Agus Yusak, S.Th. untuk berproses dalam bimbingan, ujian peremptoir dan penahbisan pada tanggal 25 Nopember 1994.
Dalam semangat kebersamaan dari latar belakang dan karakteristik yang berbeda di tiga wilayah, Majelis selaku pemangku tata kelola gereja dengan tetap menyakini akan karya Allah yang telah mengawali kehadiran GKJ Brebes akan terus menyertai, mulai membangun pola bergereja yang terprogram. Dari program pembangunan kantor Gereja yang dipusatkan di GKJ Brebes (induk) secara manajemen dan administrasi semakin lebih baik. Pembangunan fisik di tiga wilayah juga dibarengi pembangunan non fisik (pembinaan iman dan kehidupan sosial) jemaat.
Tak bisa dipungkiri memang latar belakang sejarah awal kehadiran para pendahulu cukup memberi warna dalam proses tumbuh kembang GKJ Brebes, oleh karenanya sepintas kami sampaikan informasi awal hadirnya pepanthan di tiga wilayah :


